Friday, October 20, 2017

Cerita Penjahit Keluarga: Selama Dua Tahun Ukuran Baju Jokowi Masih Sama

Meskipun melaksanakan acara yang sangat padat, ukuran badan mantan Wali Kota Solo itu tetap stabil. Suparto, pemilik Arjuna Tailor di Jalan Ahmad Yani, Solo itu, sampai dikala ini masih mendapatkan order untuk menjahit beberapa baju untuk Presiden.

Dua tahun lebih ukuran baju dan celana Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak mengalami perubahan. Meskipun melaksanakan acara yang sangat padat, ukuran badan mantan Wali Kota Solo itu tetap stabil.

Penjahit langganan Jokowi, Suparto membenarkan hal tersebut. Pemilik Arjuna Tailor di Jalan Ahmad Yani, Solo itu, sampai dikala ini masih mendapatkan order untuk menjahit beberapa baju untuk Presiden.

"Kemarin itu bapak bikin beskab untuk peresmian Museum Keris Solo. Ukurannya masih sama, belum ada perubahan," ujar Suparto, Sabtu (21/10).

Saat ini, terang Suparto, Jokowi juga sedang memesan sebuah baju batik untuk keperluan menghadiri sebuah acara. Ia menjelaskan, untuk ukuran pinggang, panjang baju, lebar bahu, panjang lengan, lebar baju dan lingkar krah masih sama ibarat dulu.

Hal senada diungkapkan oleh pemilik butik Chili Solo, Doddy Nanjaya. Doddy yang dipercaya membuat beskap untuk keperluan mantu orang nomor satu di Indonesia itu tak harus repot mengukur lagi.

"Ukurannya bapak (Jokowi) masih sama, kita ini nunggu bila diminta ukur, tinggal ke Jakarta saja, atau bila pas dia di Solo," terang Doddy yang juga dipercaya merancang beskap dikala ijab kabul Gibran Rakabuming 2 tahun lalu.

Untuk keperluan mantu Kahiyang Ayu, Doddy mengaku juga dipercaya untuk membuat setelan beskap komplet. Yakni mulai dari blangkon, beskap, jarik sampai sandal selop.


Sumber today.line.me

Ribuan Orang Antre E-KTP di TMII, Begini Alur yang Benar

Perekaman Data E-KTP Ditarget Selesai Pertengahan 2017

VIVA – Antrean mengular sekitar satu kilometer semenjak Sabtu pagi, 21 Oktober 2017 di Taman Mini Indonesia Indah. tvOne lewat kegiatan Apa Kabar Indonesia melaporkan, ribuan warga mengaku sudah datang dan mengantre semenjak pukul 3 pagi untuk menerima KTP elektronik (e-KTP).

Zudan Arif Fakhrulloh, Dirjen Dukcapil Kemendagri, mengaku terkejut dengan antusiasme masyarakat terhadap layanan ini. Namun, ada informasi hoaks yang beredar yang harus diluruskan. 

Pesan berantai yang diterima masyarakat mengatakan bahwa e-KTP mampu pribadi dicetak. Zudan menegaskan itu tidak benar, yang dilakukan di TMII hanya perekamannya saja. 

"Ini gosip hoaks yang tidak benar. Tapi alasannya yakni masyarakat sudah datang, tidak mungkin tidak kami layani, jadi perlu kesabaran masyarakat alasannya yakni tidak mampu dicetak pribadi jadi, perlu antre. Hari ini datang ambil nomor, lalu taruh berkas di kardus yang sudah disediakan, mampu pribadi pulang. Besok gres mampu diambil," Zudan menerangkan. 

Dia juga menambahkan, syarat perekaman e-KTP sangat mudah. 

"Syarat untuk merekam e-KTP sudah sangat mudah, cukup membawa Kartu Keluarga. Tidak perlu ada surat pengantar RT, RW, tidak perlu," tambahnya.

Di hari ketiga pelayanan rekam e-KTP ini, Zudan menjelaskan sudah menurunkan enam tim, dua kali lipat dari kemarin. Pihaknya juga telah menyiapkan 5 ribu kartu pemohon. Kami harap, masyakarat bersabar dan tidak berdesak-desakan.

"Yang jelas, dari sistem ini, masyarakat tidak harus menunggu. Setelah dapat nomor antrean, tinggal ditaruh saja. Nanti petugas kami akan mengambil, masyarakat tinggal pulang saja. Besok seharian penuh kartunya gres mampu diambil," tuturnya. (ase)


Sumber today.line.me

Teguran Sandi yang Berujung Modifikasi Enam Rute Transjakarta

Pengendara sepeda motor menerobos masuk ke jalur Transjakarta di daerah Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (6/10/2017). Meski seringkali dilakukan razia oleh Polisi, sejumlah pengendara sepeda motor masih nekad melaksanakan pelanggaran dengan menerobos jalur Transjakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sehari setelah dilantik, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno meninjau proyek pembangunan terowongan atau underpass di Mampang, Jakarta Selatan.

Berangkat dari Balai Kota, ketika itu keduanya memilih naik bus tingkat dan dilanjutkan naik bus transjakarta koridor enam menuju Mampang.

Dalam perjalanan menuju Mampang, Anies dan Sandi terjebak kemacetan parah hingga berada dalam waktu lama di dalam bus transjakarta.

Kemacetan yang terjadi memang diakibatkan proyek underpass yang menghubungkan Jalan Mampang Prapatan dan Rasuna Said itu.

Dua hari kemudian, Sandi meminta PT Transjakarta melaksanakan inovasi untuk mengatasi kemacetan yang terjadi.

"Sebetulnya layanannya sudah cukup baik dan mungkin hari ini saya akan perintahkan, instruksikan khusus untuk direksi Transjakarta untuk memastikan inovasi berpikirnya," ujar Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (19/10/2017).

Menurut Sandi, masih ada bus-bus transjakarta yang terjebak kemacetan alasannya adanya beberapa proyek pembangunan infrastruktur. Sehingga rute alternatif mutlak diperlukan.

"Cari rute-rute transjakarta, mampu merekayasa jalurnya semoga tidak terlalu macet alasannya ini sekarang kan ada pembangunan enam proyek besar ini. Be innovative-lah," kata dia.

Sehari setelah teguran tersebut, PT Transjakarta mengumumkan adanya modifikasi sejumlah rute bus yang melintas area proyek pembangunan infrastruktur.

Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono mengatakan, modifikasi dilakukan untuk menghindari kemacetan di sekitar proyek tersebut.

Dari modifikasi ini, ada dua layanan gres dari transjakarta, yakni layanan ekspres dan layanan lintas. Bus dengan layanan ekspres akan melintasi jalur tol untuk menghindari area proyek infrasktruktur.

Sementara bus dengan layanan lintas akan menggunakan jalur koridor lain yang masih steril untuk menghindari area macet di proyek infrastruktur.

Salah satu pola layanan lintas ialah bus transjakarta rute Monas-Ragunan. Biasanya bus tersebut akan terkena macet di daerah Kuningan hingga tiga jam.

Dengan layanan lintas, bus tersebut tidak akan melintas ke Kuningan melainkan pribadi ke Gelora Bung Karno. Kemudian, bus akan masuk ke koridor 13 yang merupakan jalan layang.

"Akhirnya Pak Sandi keluarin isyarat semoga transjakarta inovatif cari jalan keluar. Ya kami senang juga dikasih itu, berarti transjakarta menjadi satu obat, masyarakat sudah bersabar tapi kami harus cari jalan keluar," ujar Budi di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (20/10/2017).

Modifikasi rute transjakarta akan mulai diterapkan Senin (23/10/2017) pekan depan.

Dari dua layanan tersebut, tersedia 6 rute baru. Berikut ini ialah 6 rute yang disediakan PT Transjakarta beserta jam operasionalnya:

  1. Pulogadung-Harmoni (rute lintas)
    Bus melintas dari Pulogadung-Bermis-Asmi lalu keluar jalur-masuk ke koridor 10 hingga Rawasari-Pramuka BPKP lalu masuk ke koridor 4-Pasar Genjing-Matraman kanan Carolus-Pal Putih-Senen Atrium-RSPAD-Gambir-Harmoni. Rute ini beroperasi pukul 06.00 WIB -10.00 WIB dam pukul 16.00 WIB-20.00 WIB.

  2. PGC-Tanjung Priok (rute ekspres)
    Bus melintas dari PGC-BKN-Halte Penas dan masuk Tol Penas-keluar Plumpang Pertamina-Halte Walikota Jakarta Utara-Koja-Enggano-Tanjung Priok. Bus beroperasi pada pukul 06.00 WIB -10.00 WIB dan pukul 16.00 WIB-20.00 WIB.

  3. Tanjung Priok-PGC (rute ekspres)
    Bus berangkat dari Tanjung Priok-Enggano-Koja-Walikota Jakarta Utara-Plumpang-Sunter Artha Gading-masuk Tol Penas-Cawang Sutoyo-UKI-BKN-PGC. Bus beroperasi pukul 06.00 WIB-09.00 WIB.

  4. Cililitan-Dukuh Atas (rute lintas)
    Bus dari UKI menuju Halte Pranuka BPKP lalu masuk ke koridor 4 hingga Dukuh Atas. Bus beroperasi setiap pagi pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB.

  5. Kampung Rambutan-Kampung Melayu (rute ekspres)
    Bus dari Kampung Rambutan memutar ke Tanah Merdeka. Kemudian masuk tol arah Cawang menuju UKI-BNN-Cawang Otista-Kampung Melayu. Bus beroperasi mulai pukul 05.00 WIB hingga 09.00 WIB.

  6. Monas-Ragunan (rute lintas)
    Bus dari Monas melintasi BI-Sarinah-Polda-Bunderan Senayan ke arah Patimura-Mabes lalu masuk ke jalur koridor 13-Tendean-Mampang-Ragunan. Bus beroperasi mulai 15.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Penulis: Alsadad RudiEditor: Indra Akuntono


Sumber today.line.me

Emir Qatar Ajak Jokowi Diving di Raja Ampat

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Jokowi kemarin mendapatkan kunjungan Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad bin Khalifa al-Tsani. Dalam kunjungan itu, Jokowi mengaku diajak diving oleh Emir. 

"Saya tunjukkan ini Bali. Karena dia memang tidak mampu ke Bali, saya tunjukkan gambarnya. Beliau senang diving, senang menyelam. Saya tunjukkan Raja Ampat," kata Jokowi dalam amanatnya di program haul dan khotmul quran di Pondok Pesantren Khas Kempek Cirebon, Jawa Barat, Jumat 20 Oktober 2017. 

Menurut Jokowi, semenjak 41 tahun lalu kekerabatan Indonesia dan Qatar terjalin, belum pernah Emir datang ke Indonesia. Kedatangan Emir itu, merupakan akhir atas kedatangannya ke Qatar tiga tahun lalu.

"Dia kagum. Saking indahnya Raja Ampat. Ini gres dari gambarnya loh. Aslinya sepuluh kali lipat (lebih indah). Apa yang dibisikkan syekh Tamim kepada saya? Presiden Jokowi, nanti saya akan kembali lagi ke Indonesia. Tapi tolong diantar diving ke Raja Ampat ya," ucap Jokowi. 

Jokowi pun menjawab dirinya tidak mampu berenang. Namun Jokowi siap menemani Syekh Tamim diving jikalau kembali lagi ke Indonesia. 

"Tapi saya sampaikan, minimal seminggu (di Indonesia). Jangan sehari-dua hari. Ya saya akan cari waktu. Beliau berjanji kepada saya," ujar dia. 

Investasi Jokowi juga meminta Emir  untuk berinvestasi di Indonesia. Permintaan itu disampaikan Jokowi, di sela-sela makan siang sembari berbisik. Jokowi pun meminta Emir untuk tidak kalah dengan Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat dan Eropa. 

"Beliau sudah memberikan dalam sebulan ini, tim besar akan bertemu dan dia akan investasi di infrastruktur dan tourisme. Inilah hasil pertemuan saya dengan Syekh Tamim," tandas dia. 

Sementara itu, dalam program haul, hadir juga Ketua DPR Setya Novanto. Jokowi dan Novanto kompak menggunakan sarung dan kopiah. Serta Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, dan unsur muspida Jabar dan sekitarnya.


Sumber today.line.me

Emir Qatar Ajak Jokowi Diving di Raja Ampat

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Jokowi kemarin mendapatkan kunjungan Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad bin Khalifa al-Tsani. Dalam kunjungan itu, Jokowi mengaku diajak diving oleh Emir. 

"Saya tunjukkan ini Bali. Karena dia memang tidak mampu ke Bali, saya tunjukkan gambarnya. Beliau senang diving, senang menyelam. Saya tunjukkan Raja Ampat," kata Jokowi dalam amanatnya di program haul dan khotmul quran di Pondok Pesantren Khas Kempek Cirebon, Jawa Barat, Jumat 20 Oktober 2017. 

Menurut Jokowi, semenjak 41 tahun lalu kekerabatan Indonesia dan Qatar terjalin, belum pernah Emir datang ke Indonesia. Kedatangan Emir itu, merupakan akhir atas kedatangannya ke Qatar tiga tahun lalu.

"Dia kagum. Saking indahnya Raja Ampat. Ini gres dari gambarnya loh. Aslinya sepuluh kali lipat (lebih indah). Apa yang dibisikkan syekh Tamim kepada saya? Presiden Jokowi, nanti saya akan kembali lagi ke Indonesia. Tapi tolong diantar diving ke Raja Ampat ya," ucap Jokowi. 

Jokowi pun menjawab dirinya tidak mampu berenang. Namun Jokowi siap menemani Syekh Tamim diving jikalau kembali lagi ke Indonesia. 

"Tapi saya sampaikan, minimal seminggu (di Indonesia). Jangan sehari-dua hari. Ya saya akan cari waktu. Beliau berjanji kepada saya," ujar dia. 

Investasi Jokowi juga meminta Emir  untuk berinvestasi di Indonesia. Permintaan itu disampaikan Jokowi, di sela-sela makan siang sembari berbisik. Jokowi pun meminta Emir untuk tidak kalah dengan Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat dan Eropa. 

"Beliau sudah memberikan dalam sebulan ini, tim besar akan bertemu dan dia akan investasi di infrastruktur dan tourisme. Inilah hasil pertemuan saya dengan Syekh Tamim," tandas dia. 

Sementara itu, dalam program haul, hadir juga Ketua DPR Setya Novanto. Jokowi dan Novanto kompak menggunakan sarung dan kopiah. Serta Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, dan unsur muspida Jabar dan sekitarnya.


Sumber today.line.me

Saat Melahirkan Ahmad, Perawat Langsung Menyembunyikan Bayi Saya...

Nampak Parsinem menggendong Ahmad Rifki Ariwikri yang terkena CDLS komplikasi jantung bocor dan hernia di kediamannya di Desa Tulung, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Jumat ( 20 / 10 / 2017)

MADIUN, KOMPAS.com - Kamini (42) dan Parsinem (39), warga Desa Tulung, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun tak menyangka buah hatinya yang kedua itu bakal menderita penyakit langka. Sejak dilahirkan, 1 Juli 2014 lalu, Ahmad Rifki Ariwikri pribadi divonis dokter menderita Cornelia De Lange Syndrome (CDLS).

Tak hanya itu Ahmad yang kini berumur 3 tahun tiga bulan itu mengalami kebocoran pada jantungnya. Balita yang memiliki berat lima kilogram itu juga menderita hernia.

Untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan Ahmad, Parsinem hanya mengandalkan kiriman uang dari Kamini, suaminya yang bekerja perkebunan kelapa sawit di Kalimantan.

"Tiga bulan suami saya sudah bekerja di kebun kelapa sawit di Kalimantan. Setiap bulan ia hanya mengirimi uang Rp 1 juta. Tetapi uang itu lebih banyak digunakan untuk biaya pesantren anak saya yang pertama, Raihan Eka Revaldi di Ponorogo," ujar Parsinem yang ditemui di kediamannya, Jumat ( 20/10/2017) siang.

Menurut Parsinem, sebelum melahirkan putranya yang kedua dirinya mencicipi tanda-tanda abnormalitas pada kehamilannya. Memasuki masa hamil delapan bulan, perut masih terlihat kecil.

Namun setelah usia kehamilan mencapai sembilan bulan lebih, putra keduanya dilahirkan secara normal. "Saat saya melahirkan Ahmad, perawat pribadi menyembunyikan bayi saya. Saat itu mereka berdalih takut nanti saya stres melihat kondisi Ahmad yang terkena CDLS," ungkap Parsinem.

Setelah beberapa hari kemudian, kata Parsinem, perawat menjelaskan kondisi Ahmad. Saat itu ia sempat tidak percaya lantaran tidak ada sanak keluarganya yang pernah menderita CDLS. "Tetapi saya sudah ikhlaskan. Mungkin ini sudah suratan yang menimpa anak kedua saya," ungkap Parsinem.

Kendati divonis tiga penyakit sekaligus, Parsinem dan Kamini tak menyerah. Setahun anaknya tak berkembang menyerupai anak normal lainnya, mereka membawa Ahmad ke Rumah Sakit Umum Caruban.

Terakhir ia membawa Ahmad ke RSU dr Soetomo Surabaya, Februari 2017. Usai diperiksa, dokter di rumah sakit itu meminta supaya Ahmad dibawa lagi ke Surabaya tiga bulan kemudian.

Namun lantaran problem biaya transportasi dan akomodasi, Parsinem tak bisa membawa Ahmad lagi ke RSU dr Soetomo Surabaya. Pasalnya biaya transportasi dan daerah menginap di Surabaya tinggi.

Bila mengandalkan penghasilan suaminya yang kerjanya serabutan maka tidak akan mencukupi untuk menanggung biaya transport dan menginap.  "Suami saya ketika itu belum bekerja di Kalimantan. Sehari-harinya hanya mengandalkan penghasilan dari kerja buruh tani yang tidak menentu," ungkap Parsinem.

Meski serba kekurangan, Parsinem terpaksa mengikuti aktivitas BPJS Kesehatan secara mandiri. Setiap bulannya, ia membayar iuran sebesar Rp 102.000.

Kini menjelang usia tiga setengah tahun, kondisi Ahmad makin memprihatinkan. Saat ditemui di rumahnya yang berlantaikan tanah, nampak jemari ajun Ahmad hanya mempunyai satu jari, yakni jari telunjuk. Sedangkan jemari tangan kirinya hanya memiliki dua jari berbentuk jempol dan telunjuk, dan membentuk menyerupai karakter V ke atas. Selain itu ditemui benjolan kecil yang tumbuh pada lengannya.

Meski gres berumur tiga tahun, bulu mata Ahmad tampak panjang dan lentik. Sedangkan alis matanya tampak menyerupai menyambung menjadi satu.

Saat bertemu dengan orang yang belum dikenal Ahmad sering menangis. Namun bunyi tangisnya terdengar lirih. Parsinem mengakui Ahmad sering ketakutan bila melihat orang yang tidak dikenal.

Parsinem mengatakan, semakin hari kondisi fisik anaknya sangat lemah. Sebulan sekali, anaknya harus dibawa ke dokter seorang jago anak lantaran mengalami sakit diare, panas, kerikil dan pilek.

"Kalau periksa harus ke dokter seorang jago anak. Kalau dokter di puskesmas mereka tidak berani menangani alasannya yaitu kondisi jantung anak saya bocor dan sakit hernia," ucap Parsinem.

Padahal, untuk sekali periksa ke dokter anak, ia harus mengeluarkan Rp 150 sampai Rp 250 ribu. Uang sebesar itu sangat berat bagi Parsinem yang mengandalkan uang kiriman dari suaminya di Kalimantan.

Parsinem mengatakan, sebelum anak keduanya lahir, ia bekerja sebagai tukang jahit. Dari menjahit, ia bisa menambah pendapatan keluarganya.  Namun upayanya untuk menambah pendapatan tak lagi bisa dilakukan. Pasalnya, setiap ketika ia harus menjaga anak keduanya itu.

"Anak saya belum bisa jalan dan duduk. Makara bila saya tinggal sebentar saja sudah menangis," ungkap Parsinem.

Meski demikian, ia mengaku mendapatkan kondisi anaknya dengan nrimo dan akan membesarkan semampunya. Parsinem berharap kondisi kesehatan anaknya bisa semakin membaik dan bisa bermain menyerupai layaknya anak seusianya.  "Kalau anak saya sehat maka saya bisa bekerja menjahit lagi," sebutnya.

Ditanya sudah ada sumbangan dari pemerintah untuk anaknya, Parsinem menggelengkan kepala. Sejauh ini sumbangan yang datang berasal dari perorangan yang iba dengan kondisi Ahmad.

Sementara itu Kaseni (85), ibu kandung Parsinem mengaku sering membantu anaknya mengasuh Ahmad manakala bila cucunya itu sakit. Ia tidak tega lantaran Parsinem harus seorang diri merawat Ahmad.

Penulis: Kontributor Madiun, Muhlis Al AlawiEditor: Erlangga Djumena


Sumber today.line.me

Putri Reema, Perempuan Pertama yang Pimpin Federasi Olahraga di Saudi

Reema binti Bandar Al Saud (Foto: Fayez Nureldine/AFP Pool/AFP)

Arab Saudi mengangkat seorang perempuan untuk menjadi ketua Federasi Olahraga Komunitas Saudi. Putri Reema binti Bandar, terpilih menjadi perempuan pertama untuk memimpin pengelolaan aktivitas olahraga pria dan wanita di kerajaan Muslim sangat konservatif itu.

Seperti dilansir Reuters, pihak penyelenggara olahraga bagi wanita pada Jumat (20/10) mengatakan, terpilihnya Putri Reema ini dibutuhkan mampu menarik minat perempuan untuk terjun ke dunia olahraga.

Putri Reema dibesarkan di Amerika Serikat. Ia merupakan putri mantan duta besar Saudi untuk AS. Putri Reema dinobatkan untuk memimpin olahraga di Saudi pada ahad lalu.

Sebelumnya, Putri Reema memimpin tubuh olahraga episode perempuan. Dia memperjuangkan perizinan sarana olahraga dan klub olahraga perempuan. Sebab Saudi merupakan negara yang melarang peremupuan berolahraga dengan pria.

Lina Al Maeena, salah satu pendiri Jeddah United --klub basket perempuan swasta pertama di Saudi pada tahun 2003, mengatakan bahwa penunjukan Putri Reema tersebut memiliki arti yang sangat penting.

"Ini akan mengubah stereotip alasannya pengangkatannya dalam tugas tersebut sebagai kepala (olahraga) dua gender," kata Lina.

Peran perempuan dalam olahraga telah lama menjadi informasi kontroversial di Saudi. Perempuan tidak dapat berolahraga dengan pria, sementara kemudahan olahraga umum untuk perempuan tidak ada. Bahkan, Saudi tidak mengirim perempuan ke Olimpiade hingga tahun 2012.

Keadaan tersebut berimbas pada kesehatan perempuan di Saudi. Sekitar 44 persen perempuan di Saudi tergolong obesitas, bahkan memiliki tingkat obesitas dan diabetes tertinggi di dunia.

Susan Turner, kepala direktur NuYu --jaringan sentra kebugaran perempuan pertama kerajaan, mengatakan penunjukan Putri Reema akan membawa kesehatan perempuan ke arah yang baik.

"Semua orang berhak mengakses kemudahan ini dan menjaga kesehatan mereka. Perempuan menyadari bahwa kalau mereka tidak melaksanakan (olahraga), itu hanya membawa statistik dan fakta tersebut pada sorotan," kata Turner.

Penunjukan Putri Reema ini dilakukan di tengah serangkaian perubahan bagi wanita di Saudi, yang dipuji sebagai kecenderungan baru. Belum lama ini, Saudi juga memperlihatkan perempuan hak berkendaraan dan mendorong lebih banyak perempuan bekerja.

Namun, sistem perwalian, daerah anggota keluarga laki-laki harus memperlihatkan izin kepada perempuan untuk belajar, melaksanakan perjalanan dan aktivitas lain, masih berlaku.


Sumber today.line.me